Stay Happy Waiting for Pregnancy (1)

Penulis : Dr. Dewi Ratih, SpOG(K).MSi.Med.DMAS.   @ratihhendarto – publichealth enthusiast

Permasalahan infertilitas atau program hamil merupakan masalah yang makin sering dijumpai akhir-akhir ini. Bagaimana tatalaksana infertilitas atau program hamil terkini yang paling tidak bisa diketahui oleh para pasangan suami istri yang menghadapi masalah ini agar dapat memiliki momongan yang diidam-idamkan agar dapat tepat, dan terarah dalam mengikuti program memiliki momongannya.

 

Materi ini semoga bisa melengkapi materi-materi atau artikel-artikel yang sama yang sudah ada dengan harapan agar para pasangan yang belum memiliki momongan tetap stay happy, tenang, dan yakin dalam mengikuti program kehamilan sehingga pada suatu saat memang akhirnya program ini tidak berhasil bisa tetap happy dalam menghadapinya, karena kita yakin anak adalah titipan dari Tuhan, dan kita yakin Tuhan akan menitipkan yang terbaik kepada setiap umatnya pada setiap kondisi dan waktu yang terbaik pula

 

Pada kesempatan ini, dirasa pengertian atau definisi infertilitas perlu di kemukakan kembali, kenapa? Karena tidak sedikit pasien secara terburu-buru menyatakan dirinya mandul padahal baru 6 (enam) bulan menikah dan hanya karena ditanya oleh keluarga, orang tua, mertua, saudara pada setiap pertemuan dengan menanyakan kok belum hamil juga? Ayo segera ketemu dan konsultasi dengan dokter kandungan. Jadi definisi ini sangat perlu kembali dipahami kembali.

 

Apa yang dimaksud dengan infertilitas atau kesulitan mendapatkan kehamilan? Definisi secara ilmiah adalah sebagai kegagalan pasangan suami istri untuk mendapatkan kehamilan setelah 12 (duabelas) bulan menikah dan telah melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa perlindungan alat kontrasepsi apapun. Hal ini bisa diartikan jika pasangan suami istri ini berada dalam kondisi berjauhan atau Long Distance Relationship (LDR) tidak termasuk katagori infertilitas karena unutuk mengetahui definisi ini harus terpenuhi telah melakukan hubungan suami istri yang teratur paling tidak sebanyak 2-3 kali tanpa perlindungan alat kontrasepsi. Hati-hati juga terkait hubungan suami istri ini, ada kasus dimana sepertinya pasangan suami istri telah melakukan hubungan suami istri namun ketika digali kenapa sudah 3(tiga) tahun tidak mendapatkan kehamilan juga ternyata ada masalah dalam hubungan suami istrinya, sehingga harus ditanyakan apakah benar sudah terjadi penetrasi dari penis kedalam liang vagina ssecara utuh dan baik untuk memastikan memang sudah terjadi hubungan suami istri seperti yang dimaksud untuk mendapatkan keturunan.

 

Pada wanita yang berada diatas usia 35 (tigapuluh lima) tahun, evaluasi dan pengobatan tidak dilakukan bahkan sampai dengan 12 (duabelas) bulan, dianjurkan dengan cepat adalah 6 (enam) bulan setelah pernikahan sudah melakukan observasi dan pemeriksaan kepada Dokter untuk diketahui permasalahannya. Ada suatu definisi lain yaitu Infertilitas idiopatik yang cukup menarik karena didefiniskan pasangan infertile yang telah menjalani test standar untuk suami dan istri namun semua hasilnya normal dan belum didapatkan kehamilan

 

Menu Utama