Stay Happy Waiting for Pregnancy (3)

Dr. Dewi Ratih, SpOG(K).MSi.Med.DMAS) – publichealth enthusiast

Berikut merupakan beberapa faktor penyebab infertilitas yang harus digali ketika pasangan suami istri mengalami kesulitan untuk mendapatkan buah hati. Sepertinya diketahui selama ini dianggap yang menjadi masalah dalam program kehamilan lebih banyak faktor wanita yang meyebabkan kesulitan dalam program hamil, namun ketika ditelaah, kontribusi pria dan wanita saat ini sudah hampir seimbang untuk menyebabkan kesulitan dalam program hamilnya. Bagi para wanita pastikan ketika sudah masuk dalam terapi untuk program hamil, yakinkan untuk tidak ada gangguan haid atau haid cukup teratur, terjadi setiap bulan dalam siklus tertentu tidak harus 28 hari namun paling tidak jelas mendekati diwaktu-waktu yang sama dari tiap bulannya berkisar siklus normal itu antara 21 hingga 35 hari. Sebanyak 40% wanita yang sulit mendapatkan keturunan ternyata mengalami gangguan haid atau ovulasi. Yang kedua adalah gangguan pada saluran telur (tuba falopii) dan rongga panggul atau pelvis sebanyak 40%. Berbagai infeksi bisa menyebabkan kerusakan saluran telur ini berbagai hal bisa menyebakan terjadinya kelainan atau rusaknya organ2 pelvis seperti endometriosis dan kedua hal ini memberikan kontribusi hampir 40% terhadap faktor penyebab infertilitas pada wanita untuk sulit memiliki keturunan. Gangguan pada organ Rahim seperti adanya Myom, polip dapat menyebabkan efek yang dirasakan oleh Bunda namun ada juga yang tanpa keluhan. Sindrom Aserman ditandai dengan siklus haid yang tidak kunjung datang kembali karena menempelnya bagian terdalam dari rahim pasca tindakan kuretase juga merupakan hal yang perlu dipelajari agar dapat terjadi siklus haid yang normal kembali. Analisis sperma yang tidak baik dapat menyebabkan terjadinya kesulitan program hamil, analisis yang tidak baik ini bisa terjadi oleh berbagai latar belakang penyebab yang berbeda-beda.

 

Kebanyakan pasangan infertil yang datang kepada Dokter, sering kurang sabar dalam menghadapi langkah demi langkah yang dokter harus kerjakan untuk mendapatkan kehamilan yang diinginkan. Tiga (3) hal mendasar yang harus  dilakukan pada pasangan infertil adalah 1). Wawancara untuk menggali riwayat pemeriksaan yang telah dilakukan agar tidak  mengulang pmeriksaan yang sudah dilakukan tersebut 2). Wawancara untuk menggali siklus haid wanita yang diikuti dengan pemeriksaan fisik, memeriksa organ kandungan wanita, melakukan USG transvaginal untuk mengetahui kondisi dasar dari organ kandungan serta mengetahui masa suburnya 3). Pemeriksaan HistereSalfinography (HSG) dibagian radiologi sering kurang menyenangkan bagi para wanita karena sering tidak merasa nyaman pada saat & setelah dilakukan pemeriksaan. Pemeriksaan HSG merupakan salah satu Gold Standard atau pemeriksaan yang wajib dikerjakan untuk mengetahui ada tidaknya kebuntuan pada saluran tuba falopii. Untuk kita ketahui salurana tuba falopii ini merupakan saluran yang wajib dalam kondisi baik karena merupakan tempat pertemuan alami antara sel telur dan sperma di bagian ampula tuba atau dibagian yang terlebar di tuba falopii. Pemeriksaan sperma pada pria juga harus dikerjakan dan mengikuti hasil pemeriksaan terkini untuk dapat memastikan terkait jumlah, pergerakan dan bentuk sperma.

Menu Utama