Stay Happy Waiting for Pregnancy (5)

Dr. Dewi Ratih, SpOG(K).MSi.Med.DMAS) – publichealth enthusiast

 

Berikut beberapa kriteria pasangan yang bisa ditangani di fasilitas primer, karena jika pasangan ini menikah masih kurang dari 24 bulan, umur wanita kurang dari 30 tahun tidak ada factor resiko kelainan di pelvis atau di rongga panggul dalam hal ini diketahui kedua indung telur, rahim dan vagina dalam keadaan normal, tidak didapatkan pemeriksaan abnormalitas pada pemerikasaan pihak pria dan riwayat pengobatan juga hanya sebentar (hanya kurang dari 4 bulan) sebetulnya hal ini masih bisa di tolong dokter umum, pada beberapa kasus bisa diberikan penyubur dan pada kasus lain hanya dipantau secara lamiah, menganjurkan hubungan suami istri di masa subur atau posisi dan waktu untuk berhubungan suami istri yang tepat

 

Jika pasangan sudah menikah sampai dengan antara 2-3 tahun, umur istri sudah lebih dari 35 tahun dan pasangan tersebut tidak memenuhi kriteria layananan primer maka tentunya pasangan infertile ini harus ditangani di fasilitas layanan sekunder yang lengkap dengan spesialis obgyn, andrologi dan urulogi. Fasilitas sekunder pada kenyataanya yang banyak didatangi pasangan infertil karna pasien2 ini biasanya disertai dengan minimal dengan satu kelainan patologi atau ketidaknormalan di organ kandungan didalam pelvis bisa dalam bentuk kelainan organ indung telur, saluran telur dan juga pada rahim itu sendiri.

 

Di Indonesia kebanyak pasangan tidak mau ditangani secara holistik sampai ke arah program bayi tabung sepertinya lebih yang alamiah dulu daripada harus segera kearah bayi tabung itu yang beredar di masyarakat. Tidak mengherankan karena memang program bayi tabung di Indonesia terutama masih cukup mahal, hal ini sebetulnya tidak terkait dengen alat, cara, namun obat2an yang digunakan cukup banyak sehingga cukup mahal. Namun hal ini juga salah satu hal yang harus dikerjakan dengan bantuan Bayi Tabung atau teknologi reproduksi berbantu jika ternyata terdapat masalah besar dalam analisis sperma suami misalnya. Ketika jumlah sperma suami dalam jumlah sangat minimal atau hampir tidak ada terpaksa harus dilakukan pengambilan khusus dari sperma langsung dari testis suami untuk kemudian digabungkan dengan sel telur dari indung telur pasangan dan dilakukan proses teknologi reproduksi berbantu atau bayi tabung untuk program kehamilannya. Pada kasus wanita yang mengalami kebuntuan pada ke2 saluran telur juga terpaksa juga dilakukan pemograman kehamilan dengan bayi tabung, bahkan jika ke-2 saluran telur dinyatakan dalam terinfeksi barat atau rusak berat karena kondisi tertentu seperti hydrosalving misalnya sebelum dilakukan bayi tabung akan dilakukan bahkan pengambilan saluran telur yang mengalami hydrosalving tersebut karena cairan yang diproduksi oleh saluran telur dapat bersifat toxic jika terjadi kehamilan pada pasangan tersebut

 Secara ringkas hal-hal berikut perlu diperhatikan bagi pasangan yang sedang menjalani Program Kehamilan yaitu sebagai berikut:

1). Kenali faktor resiko pada ibu atau suami yang diketahui akan mengganggu program hamil, jika ditemukan segera dihindari dan segera beralih ke pola hidup dan pola makan yang sehat

2). Bekerjasama dengan Dokter pemeriksa baik dokter kandungan, ahli urologi atau andrologi untuk dapat segera menemukan penyebab utama dan yang paling harus diprioritaskan agar program kehamilan selanjutnya dapat lebih lancar atau tanpa hambatan yang berarti

3). Klasifikasikan golongan infertilitas level mana, apakah bisa dilakukan di layanan primer atau sejak awal dengan data2 yang ada pasangan harus dibantu di layanan sekunder. Tentu saja akan diupayakan penangan problem infertilitas ini sesuai dengan kebutuhan dan kondisi dari pasangan infertil

4). Dianjurkan untuk tidak sering berganti dokter sampai seorang dokter menemukan masalah utama pada program hamilnya dan akan berisaha menyelesaikannya sampai level dimana fasilitas kesehatan yang ditujunya bisa menyelesaikan karena dengan seringnya berganti dokter bukan akan mempercepat program hamil justru akan memperlambat program hamil karena Dokter harus terus mengulang pemeriksaan dan Dokter akan mengulang dalam menggali msalah utama dari wanita atau pria yang menyebabkan sulit mendapatkan kehamilan.

Semoga penjelasan ini dapat memperjelas sehingga lebih memahami  dan tetap Bapak Ibu yang mengerti dan dapat menjalankan program kehamilan dengan happy dan semangat, serta tidak terburu-buru agar hasilnya baik dan memuaskan

 

Menu Utama